MAKALAH
“PENERAPAN STARTEGI MIKR DALAM PRODUK DAN JASA BANK SYARIAH”
Makalah ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Etika Bisnis Perbankan Syariah
Dosen : Drs.Agustianto.MAg.

Disusun oleh :
M
Irsyad Hidayatulloh (1113085000077)
KELAS B/SMT 3
Perbankan Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Jalan Ir. H. Djuanda No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan 15412.
2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena tuntunan, rahmat, dan
karunia-Nyalah kita dapat melanjutkan kehidupan kita terutama kita tetap dapat
menjalani aktivitas kita sehari-hari sebagai seorang mahasiswa, dan oleh karena
perkenalannya pula penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul PENERAPAN STARTEGI MIKR DALAM PRODUK DAN JASA BANK SYARIAH, sebagai
bentuk tugas mata kuliah Etika Bisnis Perbankan Syariah yang
dibawakan oleh Drs.Agustianto.MAg.
Dalam menyusun
makalah ini, penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan yang
terbaik sesuai kemampuan penulis. Harapannya, semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa terutama dalam menyusun
makalah selanjutnya yang dapat digunakan sebagai referensi.
Akhir kata
pengantar ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Drs.Agustianto.MAg.
yang telah membimbing kami dalam proses belajar-mengajar, dan kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, dan jika ada kritik dan
saran yang bersifat membangun penulis akan menerimanya sebagai bahan acuan
mengoreksi diri dan kedepannya dapat menyajikan yang lebih baik lagi dari
makalah ini.
Ciputat,11 Januari 2015
M Irsyad Hidayatulloh
1113085000077
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. 2
DAFTAR ISI ............................................................................................................ 3
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 5
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 5
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian MIKR ................................................................................................ 6
2.2 Militan ................................................................................................................. 7
2.3 Intelek ................................................................................................................. 11
2.4 Kompetitif ........................................................................................................... 14
2.5 Regeneratif .......................................................................................................... 17
2.6 Produk dan Jasa Perbankan Syariah ................................................................... 21
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 25
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam konteks
modern saat ini,penaklukan tidak selalu berupa penaklukan fisik.tapi bisa
berupa conquering terhadap para pesaing.tidak ada darah yang tumpah dan tidak
ada jerit tangis yang ada adalah berebut pengaruh dengan memperkuat daya tarik
sehingga organisasi mendapatkan dukungan atau dicari oleh para konsumen.
Al Ries dan Jack
Trout dalam buku mereka Marketing Warfare menandaskan,pemasaran adalah perang
dimana pesaing adalah lawannya dan benak pelanggan adalah lapangan
pertempurannya,lalu bagaimana bisa merebut pengaruh dan menaklukan pesaing
dengan memboyong loyalitas pelanggan kepada jasa yang kita tawarkan?
Pintu pertama yang
perlu dibuka terkait dengan penaklukan pesaing ini adalah memetakan kekuatan
produk dan jasa yang telah atau belum ditawarkan oleh pesaing.pada petak
pertama,masyarakat sudah menunjukan permintaan tehadap produk perbankan
syariah,namun belum satupun lembaga keuangan syariah yang menyentuhnya.area ini
menjadi prioritas pertama bagi muamalat untuk membuka layanan kepada
masyarakat.
Pada letak
kedua,masyarakat sudah menginginkan layanan produk dan jasa syariah,sementara
penyedia jasa syariah yang melihat potensinya juga sudah mulai masuk.meski
demikian muamalat melihat area ini sebagai tempat prioritas kedua bila akan
membuka titik layanan.selain tempat itu dinilai masih menjanjikan,muamalat juga
siap bersaing dengan lembaga yang sudah memberikan layanan sejenis.
Pada petak
ketiga,masyarakat belum melihat adanya kebutuhan layanan perbankan syariah.para
pemain perbankan syariah juga belum melirik tempat ini sebagai area yang tepat
untuk mengembangkan jaringan layanannya.bagi muamalat,tempat seperti ini menduduki
prioritas ketiga bila menghendaki perluasan jaringan.
Pada petak
keempat,masyarakat juga belu melihat adanya keperluan terhadap jasa dan layanan
perbankan syariah.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan MIKR ?
2. Apa
yang dimaksud dengan Militan? Apa saja ruang lingkupnya?
3. Apa
yang dimaksud dengan Intelek? Apa saja ruang lingkupnya?
4. Apa
yang dimaksud dengan Kompetitif? Apa saja ruang lingkupnya?
5. Apa
yang dimaksud dengan Regeneratif ? Apa saja ruang lingkupnya?
6. Apa
saja Produk dan Jasa Perbankan Syariah ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui definisi MIKR.
2. Untuk
mengetahui pengertian militan beseta ruang lingkupnya.
3. Untuk
mengetahui pengertian intelek beseta ruang lingkupnya.
4. Untuk
mengetahui pengertian kompetitif beseta ruang lingkupnya.
5. Untuk
mengetahui pengertian regeneratif beseta ruang lingkupnya.
6. Untuk
Mengetahui produk dan jasa perbankan syariah.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
MIKR
Dalam tataran
filosofis,semua penaklukan pesaing dari kacamata muamalat dimulai dari
penaklukan diri.itu artinya dalam menjalankan tugasnya,setiap kru muamalat
perlu selalu menjaga tali allah (hablum minallah).semua perbuatan dan
tindakannya diawasi dan akan diberikan balasan oleh allah,ia tidak bisa
memperturutkan hawa nafsunya.menerima amplop dari nasabah bisa saja ia
lakukan,tapi itu tidak sejalan dengan perintah allah,sehingga mutlak harus
ditinggalkan.
Mereka bisa
menolak tiap tindakan tak terpuji,jika mereka terus berzikr kepadanya.zikr
dalam arti sebenarnya,yakni mengingat allah sebanyak banmyaknya untuk mendapat
pertolongannya,juga zikr dalam arti akronim yaitu bersikap zero
base,iman,konsisten,dan result oriented.ketika setiap kru muamalat bersama –
sama melakukan zikr ini,secara otomatis tingkah laku dan perbuatannya akan
terus dibimbing dan dilandasi oleh sikap ikhlas kepada allah dengan keyakinan
yang tinggi siap mewujudkan result yang diinginkan organisasi.
Bersamaan dengan
itu,secara horizontal setiap kru juga harus berpegang kepada tali manusia
(hablum minnas).tali manusia ini dilakukan dengan melakukan sharing PIKR.ketika
power,information,knowledge and rewards,bisa terdistribusi secara lebih
merata,maka hubungan antar personal dalam organisasi akan menjadi harmonis.
Sharing PIKR
hanya bisa berjalan optimal bila dilandasi filosofi ZIKR.keberhasilan berbagai
PIKR akan melahirkan komunitas yang MIKR.dalam Bahasa jawa mikir berarti proses
untuk terus berfikir,komunitas yang terus berfikir untuk antisipasif.berfikir
tidak hanya dengan akal,tapi juga hati.
MIKR adalah
akronim dari Militan,Intelek,Kompetitif,dan Regeneratif.Komunitas MIKR ditandai
oleh semangat militansi yang luar biasa.militansi tanpa didukung oleh startegi
( intelektual) adalah konyol.militansi yang bersinergi dengan intelektual
menghasilkan komunitas dengan daya juang tinggi (kompetitif).bila ia peleton
pasukan,ia bisa mengalahkan dan menguasai musuhnya.bila organisasi bisnis,ia
bisa mengalahkan pesaingnya.
“kenali dirimu
maka kau tak akan terkalahkan,kenali lawanmu maka taka da lawan yang tak bisa
dikalahkan”,demikian Sun Tzu seorang ahli startegi perang memberikan pandangan
termashur tentang memenangkan peperangan.dalam rangka mengenali kemampuan
pesaing.
Dengan cara ini
fungsi kompetitif perlu terus dipelihara karena sekali ini terhenti,ciri unggul
dari sebuah komunitas pun tamat.keunggulan yang tak bisa berkesinambungan,berarti
kegagalan.untuk itu,keunggulan yang kompetitif yang telah berhasil dicapai
perlu dijaga,dipelihara,dan akhirnya dilestarikan.inilah cermin sifat akhir
dari MIKR yaitu Regeneratif.
Dengan
terbentuknya komunitas MIKR,diharapkan akan tercipta sebuah lembaga yang
kuat,kompetitif,dan bertahan lama.hanya melalui lembaga seperti ini perjuangan
untuk memberi arti hidup menemukan aksentuasi.
2.2 Militan
Menurut kamus
besar Bahasa Indonesia mendefinisikan militan sebagai “bersemangat tinggi”,penuh
gairah”.seorang yang militan berarti orang yang memiliki semangat tinggi dalam
memperjuangkan apa yang diyakininya.daya juang yang tinggi itu tercermin dari
kesiapan mereka untuk mengorbankan apa yang dimiliki harta dan jiwa untuk
keridhaan allah.[1]
ٱنفِرُواْ خِفَافٗا وَثِقَالٗا وَجَٰهِدُواْ بِأَمۡوَٰلِكُمۡ
وَأَنفُسِكُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ
تَعۡلَمُونَ ٤١
41. Berangkatlah kamu
baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan
harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui (QS 9 : 41)
Tafsiran ayat : Ali
bin Yazid meriwayatkan dari Anas dari Abi thalhah,dia menafsirkan “baik orang
tua maupun pemuda,allah tidak mau mendengar alasan seseorang.”kemudaian abu
thalhah berangkat ke syiria lalu berperang dan gugur.dalam riwayat lain
dikatakan”adalah Abu thalhah membaca surat at – taubah hingga sampai ayat
ini.kemudian ia berkata : aku berpandangan bahwa tuhan kami meminta kami
berangkat perang walapun kami sebagai kakek – kakek maupun pemuda.kemudian
allah swt memotivasi manusia supaya berinfaq dijalan allah dan mengerahkan
nyawanya dalam meraih keridhaannya dan keridhaan rasulnya.hal ini adalah lebih
baik bagimu didunia dan akhirat karena kamu mendapat kesulitan dalam
perekonomian,lalu allah menjadikan harta musuhmu sebagai ghanimah bagimu di
dunia.[2]
Sifat –sifat yang terdapat dalam Militan
- Tidak takut mati
Buah dari sikap militan adalah tidak takut mati.dalam pandangan seorang
militan,kematian hanyalah jalan yang akan mendekatkan kepada allah sekaligus
meraih janjinya.kematian bisa dating ditengah peperangan,tapi bisa juga diatas
pembaringan.
Ada ilustrasi yang disarikan dari sebuah hadist yang diriwayatkan oleh
khuzaimah itu begitu tegas maksudnya.betapa seseorang tak bisa bersembunyi dari
kematian ketika ajalnya tiba.kemanapun pergi,kematian akan mendatangi dan
sehebat apapun rencana maut pasti menjemputnya.[3]
Maut mengintai setiap saat.ia tak pandang bulu,tak membedakan tua atau
muda,kaya atau muskin,cerdas atau pandai,siap atau lalai,bila ketentuan allah
telah tiba,izrail dating menunaikan tugasnya,hanya masalahnya siapkah kita
menjemputnya.
Rutinitas hidup umumnya telah memalingkan manusia dari kenyataan ini.Al –
Quran menyebutkan,kenikmatan dunia telah merenggut kewaspadaannya kepada maut.
أَلۡهَىٰكُمُ
ٱلتَّكَاثُرُ ١ حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ
٢
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur (QS.102 : 1 – 2)
Tafsiran ayat : bermegahan dengan anak,harta,dan dunia telah melalaikan
kamu di akhirat “hingga masuk ke dalam
kubur “ yaitu hingga kematian datang menjemput kamu.[4]
Departemen Agama menafsirkan “bermegah – megahan “ dalam ayat ini
khususnya dilakukan manusia dengan berbangga – bangga dalam
banyaknya,anak,harta,pengikut dan kemuliaan.sampai – sampai kebanggan itu
membuat mereka lalai dari ketaatan kepada allah swt.mereka sibuk membangun
rumah – rumah megah,tak pernah puas mengoleksi mobil – mobil mewah,terus
menghitung dan menumpukan miliaran rupiah.
- Siap dan Terlatih
Selain berani mati,seorang militan berani berjuang karena terlatih.mereka
bukanlah martir – martir yang asal siap dikorbankan.kisah thalut melawan jalut
(dalam legenda barat lebih dikenal sebagai David dan Goliath ) memberikan
pelajaran ini.dengan dianugerahi tabut ialah peti yang didalamnya terdapat ketenangan dari allah dan sisa –
sisa peninggalan keluarga musa dan harun,thalut mendapat legitimasi memimpin
pasukan bani Israel.diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ash – Shiddiq,telah
berkumpul delapan puluh ribu tentara mukmin dibawah komando thalut yang akan
berperang melawan pasukan jalut (Goliath).
Namun dari jumlah itu,apakah semuanya terlatih?tentara yang terlatih
artinya tentara yang memang sudah lulus ujian baik teori maupun lapangan.ia
disiplin terhadap tugas dan komando panglima.
Tentang hal ini,Quran mengisahkan :
فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِٱلۡجُنُودِ
قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ مُبۡتَلِيكُم بِنَهَرٖ فَمَن شَرِبَ مِنۡهُ فَلَيۡسَ مِنِّي
وَمَن لَّمۡ يَطۡعَمۡهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّيٓ إِلَّا مَنِ ٱغۡتَرَفَ غُرۡفَةَۢ
بِيَدِهِۦۚ فَشَرِبُواْ مِنۡهُ إِلَّا قَلِيلٗا مِّنۡهُمۡۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ
هُوَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ قَالُواْ لَا طَاقَةَ لَنَا ٱلۡيَوۡمَ
بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦۚ قَالَ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ
ٱللَّهِ كَم مِّن فِئَةٖ قَلِيلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَةٗ كَثِيرَةَۢ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ
وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٢٤٩
249. Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata:
"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di
antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada
meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku".
Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka
tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi
sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan
kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya". Orang-orang yang
meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi
golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar"
Kru militan bekerja dengan ulet,sabar,konsisten,dan tak pernah putus asa
karena mereka yakin,apa yang mereka lakukan tidak pernah sia – sia.kalaupun di
dunia hasilnya belum maksimal,mereka masih punya harapan mendapatkan pahala di
akhirat.kru yang militan selain memiliki semangat tinggi dalam bekerja,ia juga
orang yang terlatih,ia memiliki keterampilan untuk bisa bekerja dalam kapasitas
sebagai individu.dalam kesempatan tertentu,ia bisa memerankan kerja sama dan
koordinasi sebagai sebuah tim kerja yang solid.
Ia seyogianya bisa menggunakan dan mengeksekusi power yang dimilikinya
untuk kepentingan lembaga.ia juga sabar dalam mewujudkan tujuan dari
institusi.pada saat yang sama,ia juga selalu bersemangat untuk menambah
pengetahuan dan mengasahnya menjadi keterampilan.ia pun siap mencari informasi
yang kan menjadi dasar dan pedoman bagi pengambilan keputusannya.
Hanya dengan cara itu,mereka menjadi kekuatan yang memiliki daya
juang.mungkin kompetensi mereka kalah dibandingkan kru dari kelompok
lainnya.namun,yang harus dicatat mereka selalu bersemangat dalam
bekerja,beribadah mewujudkan cita – citanya.pilihan hanya satu menaklukan dan
mensyariahkan ekonomi umat dan membawanya kedalam kejayaan..
2.3 Intelek:
Berakal dan Menghargai Perbedaan
Sifat kedua MIKR
adalah Intelek. Secara harfiah intelek (intellect) berarti orang yang pandai.
Kata benda lain dari intelek adalah intelektual (intellectual) yang berarti
cendekiawan atau cerdik pandai. Mereka disebut pandai karena mendayagunakan
akalnya. Seorang intelek condong untuk memikirkan masa depan manusia hingga
tercipta masyarakat madani, bukan berpikir untuk mengeksploitasinya untuk
keuntungan diri sendiri.
Berikut adalah
ciri-ciri orang yang memiliki sifat Intelek :
1. Mendayagunakan Akal
Tanda masyarakat Intelek adalah mereka mendayagunakan anugerah akal yang
diberikan Tuhan untuk kepentingan kemanusiaan. Masyarakat intelek adalah
masyarakat yang menggunakan akal sehatnya untuk menilai sesuatu. Tentang
pendayagunaan akal ini, ada sebuah hadist yang menyebutkan La diina liman la
aqla lah. Seseorang itu belum dianggap
beragam dengan sempurna sehingga dia memaksimalkan potensi akalnya. Allah pun
memberikan derajat yang tinggi kepada orang-orang yang mendayagunakan akalnya
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. 58:11)
Tafsiran ayat : Qatadah mengatakan,bila kamu dipanggil kepada kebaikan
maka sambutlah “Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan,”bila mereka
diperintahkan untuk pergi hendaklah mereka pergi.hal ini seperti firmannya
“bila dikatakan kepda kamu pulanglah maka pulanglah kamu.”selanjutnya allah swt
berfirman,” Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”yaitu janganlah kamu
mengira bila kamu memberikan kelapangan kepada saudaramu yang datang atau bila
dia diperintahkan untuk keluar,lalu dia keluar akan mengurangi haknya.bahkan
ini merupakan ketinggian dan perolehan martabat disisi allah allah.sedangkan
allah tidak akan menyia – nyiakan hal itu,bahkan dia akan memberikan balasan
kepadanya didunia dan akhirat.karena orang orang yang merendahkan diri kepada
allah maka allah akan mengangkat derajatnya dan akan mempopulerkan namanya.dan
allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”[5]
Orang intelek akan mendayagunakan semua knowledge dan skills yang
dibutuhkan untuk berprestasi. Ia akan memaksimalkan attitude positif untuk
mendorong kebutuhan untuk memajukan diri dan lembaga tempatnya berkiprah.
Pada akhirnya, intelektualitas yang didasari militansi menciptakan tenaga
kerja yang mampu menyumbangkan kemampuan terbaiknya. Militansi yang tidak
didampingi oleh intelektualitas akan menjadi sesuatu yang berbahaya.
2. Menghargai Perbedaan
Selain mendayagunakan akal, komunitas yang intelek juga menghargai
perbedaan. Setiap orang bebas dan tidak ragu untuk mengungkapkan ide-ide
terbaiknya tanpa takut dibodohi atau dimusuhi. Dalam komunitas intelektual, semua
tidak harus sama, tidak harus seragam. Perbedaan justru diakui sebagai bagian
unik dari penciptaan manusia. Perbedaan sejak dari sananya sudah di desain oleh
Allah untuk menjadi bau ujian bagi siapa yang bertaqwa.
“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara
kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. 49:13)
Perbedaan dijadikan oleh Allah justru supaya manusia saling mengenal dan
berkolaborasi. Masing-masing menyumbangkan ide-ide terbaik yang pada akhirnya
akan menjadi ide atau gagasan yang akan diwujudkan bersama.
Karena itu Rasulullah SAW mendorong munculnya pendapat yang bisa memagari
dari penyelewengan dan ancaman kemungkaran. Nabi bersabda, “Barang siapa
diantara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tanganya,
jika tidak mampu maka hendaklah dengan lisanya, jika tidak mampu maka dengan
hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman.”
3. Meningkatkan Nilai Tambah
Dalam konteks organisasi bisnis, menurut penelitian James Quinn, Philip
Anderson, dan Sydney Finkelstein, (Managing Professional Intellect: Making The
Most of The Best), kekuatan intelek akan berperan pada peningkatan knowledge,
keterampilan tinggi (advanced skills), pemahaman yang mendalam suatu sistem
(system understanding) yakni memahami hubungan sebab-akibat yang terjadi dan
memperkuat motivasi diri untuk berprestasi.
Quinn menunjukkan, advanced skills jauh lebih berperan dalam
menyumbangkan kesuksesan bisnis ketimbang kreativitas. Dengan mengetahui system
understanding yang memadai, kru bisa meningkatkan kemampuan mengatasi masalah
yang dihadapi.
4. Menangkap Hikmah di Setiap
Peristiwa
Bagaimana seseorang intelek bisa memberikan nilai tambah bagi diri dan
organisasinya? Seorang intelek memiliki banyak keunggulan. Dia melihat segala
sesuatu dengan apa adanya (zerro base), termasuk kenyataan bahwa dunia
mengandung keragaman bangsa,bahasa, agama dan cara pandang.
Sikap dan cara kerjanya selalu didasari oleh prasangka baik kepada Allah
sebagai pengaruh Zero Base, iman, militansi, dan rasa aman. Itulah yang
membuatnya merasa nyaman dan tidak terancam oleh adanya perbedaan. Potensi
perbedaan dianggapnya justru memperkaya bagi jalan pencapaian tujuan. Perbedaan
pada akhirnya akan mempertajam dan menjadikan sebuah konsep lebih matang dan
pada gilirannya siap untuk dijadikan acuan bagi tujuan organisasi.
Seorang intelek mampu menangkap hikmah dalam setiap kejadian. Dia tidak
lagi melihat sesuatu peristiwa dari kacamata menyenangkan atau tidak
menyenangkan, tetapi dari cara pandang manfaat dan mudharat, karena pada
dasarnya semua itu, terlepas menyenangkan atau tidak, adalah pelajaran yang
berharga yang dapat diambil manfaat. Pada akhirnya, apa yang dia ambil sebagai
hikmah itu dijadikan cermin untuk meningkatkan daya saing dalam meraih tujuan
akhir.
2.4 Kompetitif
: Efisien dan Berdaya Saing
Sebuah organisasi bisnis akan diperhitungkan oleh para pesaingnya jika ia
memiliki keunggulan. Ada dua keunggulan utama: keunggulan kompetitif
(competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage).
Keunggulan kompetitif umumnya dicirikan dari penguasaan teknologi, sedangkan
keunggulan komparatif dicirikan dengan pemilikan sumber daya alam yang
melimpah.
Penguasaan teknologi tak lepas dari kualitas sumber daya insani (SDI)
yang ada. Karenanya, untuk meraih keunggulan kompetitif, diperlukan SDI yang
kompeten. Semakin kompeten SDI yang dimiliki, daya saing organisasi akan
semakin tinggi. Kru yang kompeten adalah mereka yang tidak saja memiliki
penguasaan knowledge dan informasi yang dibutuhkan buat berprestasi, tapi juga
kemauan untuk berperan serta menyumbangkan kinerja terbaiknya buat organisasi.
Tuntutan untuk kompetitif dalam masa sekarang ini bisa diukur dari empat
faktor utama: kualitas dari barang dan jasa yang ditawarkan, biaya yang
diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa itu, kecepatan barang dan jasa
sampai ditangan konsumen, dan inovasi dalam pengembangan barang dan jasa itu.
1. Brand Image
Contihnya Bank Muamalat, diatas yang lainya, brand image yang kuat adalah
sumber daya yang diberikan Allah yang tak ternilai. Allah telah menakdirkan
Muamalat menjadi bank syariah pertama di Indonesia dengan sejarah pendiria yang
begitu berliku, penuh perjuangan, dan patriotik. Semestinya kru Muamalat saat
ini dapat mengolaborasi keunggulan ini menjadi bagian keunggulan kompetitif
yang tak terkalahkan.
Citra pertama murni syariah menjadi nilai dan modal utama bagi Muamalat
sebagai bagian yang menonjol dalam aspekk pemasaran semua produk dan jasa yang
ditawarkanya. Imej sebagai bank pertama yang identik dengan keaslian dan
keahlian merupakan janji yang pemenuhanya diharapkan oleh setiap stakeholders
yang bersentuhan dengan Muamalat.
2. SDI Mumpuni
Sebuah organisasi bisnis perlu meemlihara dan menjaga keunggulan
kompetitufnya untuk terus bisa dipenuhi. Dan untuk mewujudkannya, tidak bisa
tidak, organisasi membutuhkan SDI yang mumpuni.
SDI yangm mumpuni adalah kru yang paling tidak memenuhi dua syarat,
militan dan intelek. SDI yang militan dimiliki oleh kru yang beriman, yakni
dalam setiap usahanya. SDI militan selalu konsisten, bersemangat juang tinggi
mewujudkan result yang telah digariskan organisasi. Sedang SDI yang intelek
berarti kru yang memiliki cukup power, informasi dan pengetahuan (knowledge)
yang dibutuhkan untuk membuat keputusan terbaik buat organisasi.
Kru yang kompetitif pada giliranya akan mengarahkan organisasi memiliki
daya saing yang tinggi ditengah kompetisi yang ada.
Kru bisa memiliki daya saing yang tinggi bila ia bisa memadukan antara
sikap militansi dan intelektualitas. Dengan kata lain, ia perlu menyeimbangkan
antara ZIKR dan PIKR.
ZIKR membangun jembatan vertikal
(hablum minallah) menuju keridhaan Allah. Dengan ZIKR, totalitas tindakan kru
akan dipersembahkan kepada Allah. Tindakan positif akan dicatat sebagai
kebaikan (pahala) dan sebaliknya tindakan negatif akan diberikan sanksi (dosa).
ZIKR melahirkan militansi.
Sedangkan PIKR memberikan bekal bagi kru untuk bisa harmonis secara
horizontal dalam berhubungan dengan manusia (hablum minan-nas). Seorang kru
yang membagi power, informasi, knowledge, dan rewards, justru akan mengukuhkan
penguasaanya kepada apa yang telah diraihnya itu, sementara kru lain yang
menerimanya, ia makin bertambah ilmu dan cerdas dalam bersikap. PIKR melahirkan
kru yang intelektual. Karenanya, dengan menyeimbangkan ZIKR dan PIKR, kru akan
berdaya saing atau kompetitif.
Didalam Al-Qur’an, paduan dan keseimbangan yang harmonis antara hablum
minallah (tali Allah) dan hablum minan-nas (tali manusia), akan
menghindarkannya dari bencana: kehinaan dan kemelaratan
“Dikenakan pada mereka kehinaan dimana pun mereka berada- kecuali jika
mereka berpegang kepada tali Allah dan tali manusia- dan kembalilah mereka
dengan kemurkaan Allah sambil ditimpa kemelaratan.” (QS.3:112)
Dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan atau yang lebih
dikenal dengan taqwa, maka Allah akan menjadikan kesulitan hamba-Nya yang
bertaqwa menjadi kemudahan, kesempitan menjadi kelapangan, bahkan membukakan
pintu rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.
3. Menciptakan Efisiensi
Dalam menjalankan misinya, Muamalat perlu menciptakan efisiensi sebagai
bagian untuk meningkatkan kinerja. Efisiensi disini tidak selalu mengarah
kepada bagaimana menekan jasa dan produk yang ditawarkan kepada nasabah dengan
harga yang lebih rendah, tapi lebih mengarah kepada pemberian layanan dengan
nilai tambah yang lebih besar dari pesaing.
Result Oriented, telah dibahas perampingan organisasi dari segi penyatuan
visi dan focusing. Namun lebih dari itu, perampingan organisasi dari 16 divisi
hingga tinggal lima divisi otomatis berdampak pada terciptanya efisiensi.
Birokrasi yang lebbih besar dari bisnis pada sisi lain melahirkan
orang-orang yang sangat dominan dalam mengambil keputusan. Bukan manajemen
partisipatif yang kemudian muncul, melainkan sikap otoriter dan suasana yang tidak
kondusif bagi terciptanya iklim bisnis.
2.5 Regeneratif
: Patah Tumbuh Hilang Berganti
Banyak organisasi yang menciptakan kemampuan kompetitifnya. Namun,
sedikit yang bisa menjaga daya kompetitif itu berkesinambungan (sustainable competitiveness) atau berapa
lama. Kenapa demikian?
Kesalahan utamanya adalah karena mereka tidak mampu memelihara dan
menghasilkan keunggulan kompetitif itu dan mewariskannya kepada genereasi
selanjutnya. Menurut Vadim Kotelnikov, daya kompetitif yang berkesinambungan
sebetulnya dapat diciptakan dengan terus membangun produk atau jasa dengan
menggunakan sumber daya (resources) dan kemampuan (capabilities) baru sebagai
respons terhadap dinamika pasar.
Selanjutnya ia memaparkan, sebuah organisasi bisnis perlu menentukan dua
hal penting dari capabilities yaitu kemampuan yang berbeda (distinctive
capabilites) dan kemampuan itu bisa direproduksi terus (reproducible
capabilites). Kombinasi dari dua hal ini akan menyumbangkan bagian utama yang
dibutuhkan oleh suatu institusi untuk kompetitif. Distinctive capabilitiies
yang paling mendasar yang perlu dibangun oleh institusi adalah karakter yang
khas yang tak bisa ditiru oleh pesaing. Kalaupun bisa direplikasi, karakter
yang pas ini bisa berupa hak paten, lisensi ekslusif, brands yang kuat,
kepemimpinan yang efektif (effective leadership), kemampuan team work , atau
ilmu yang diperoleh dari pengembangan
sendiri (tacit knowledge).
Fungsi Regeneratif
Fungsi-fungsi dari militansi dan intelektualitas yang pada akhirnya
menghasilkan daya saing itu harus terus bisa diwariskan kepada generasi
berikutnya. Kuncinya pada kesadaran dari setiap kru untuk terus ZIKR dan
sharing PIKR.
Fungsi militansi bisa diaebut sebagai karakter khas yang harus terus
dibentuk. Sifat militan diharapkan menjadi sifat dasar dari seluruh kru yang
pada giliranya menjadi karakter yang paling khas yang paling sulit dibentuk
atau ditiru oleh pesaing. Proses rekrutmen kru tidak hanya dititikberatkan
kepada sisi kompetensi, tetapi juga semangat dan daya juangnya.
Pada saat yang sama, proses sharing PIKR juga perlu berkesinambungan.
Proses ini mutlak memerlukan manajemen yang open atau transparan, egaliter dan
memberdayakan. Sekali manajemen terlibat kasus amoral atau tindakan
menyeleweng, trust dari selurih kru akan hilang.
Manajemen juga harus menunjukkan perilaku egaliter. Dalam lingkungan kru
yang militan, mutu seseorang tidak lagi ditentukan oleh tingginya jabatan atau
senioritas, tapi seberapa besarnya komitmen untuk menjalankan fungsi ketaqwaan
kepada Allah.
"Sesungguhnya, orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang
yang paling bertaqwa." (Q.S. 49:13)
Tafsiran ayat : Allah swt memberitahukan kepada umat manusia bahwa dia
telah menciptakan mereka dari satu jiwa dan telah menjadikan dari jiwa itu
pasangannya.itulah adam dan hawa dan allah juga telah menciptakan mereka berbangsa
– bangsa dan bersuku – suku.maka kemuliaan manusia dipandang dari kaitan
ketanahannya dengan adam dan hawa adalah sama.hanya saja kemulian mereka itu
bertingkat – tingkat bila dilihat dari sudut keagamaan,seperti dalam hal
ketaatan kepada allah SWT dan kepatuhan kepada rasulnya.karena itu setelah
allah melarang manusia berbuat ghibah dan menghina satu sama lain,maka dia
mengingatkan bahwa mereka itu sama dalam segi kemanusiaan.[6]
Karena itu, senioritas diletakkan diposisi proporsional. seorang senior
patut mendapatkan respek bukan karena ia lebih dulu masuk sehingga berhak
'memplonco' kru lain yang datang setelahnya, tapi karena akhlaknya. Nabi
Muhammad SAW mengingatkan,
"Tidak termasuk golongan kami, mereka yang tidak menyayangi
orang-orang muda (yunior) diantara mereka, dan tidak pula menghormati mereka
yang lebih tua (senior) dari mereka."
Tingkat senioritas justru akan menjadi nilai lebih bila mereka ikut aktif
dalam memberdayakan kru di bawahnya. Pemberdayaan ini akan terlihat ketika
sharing power, informasi, knowledge dan rewards (PIKR) bisa berjalan dengan
semestinya. Sharing PIKR perlu lebih intensif dilakukan. Karena tantangan yang
dihadapi oleh kru dari waktu ke waktu akan semakin berat. Mereka harus
dipersiapkan bisa menghadapi masa yang tantangannya semakin besar. Al-Qur'an
mengingatkan,
9. dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.(QS
4 : 9 )
Tafsiran ayat :
Ali bin Ali Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas,dia berkata,”ayat ini
berkaitan dengan seseorang yang menjelang ajal.ada orang lain yang mendengar
wasiat itu agar bertaqwa kepada allah,meluruskan,dan membenarkan orang yang
berwasiat serta agar memperhatikan ahli waris yang tentunya dia ingin berbuat
baik kepada mereka dan khawatir jika dia membuat mereka terlantar.[7]
1. Menjaring Pimpinan Masa Depan
Dalam kerangka menyiapkan kru yang terampil dan siap menghadapi tantangan
yang makin besar., manajemen telah menyiapkan sistem yang secara simultan akan
menyeleksi bibit yang cocok buat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan
berikutnya.
2. Terus Tergantikan
Bila proses sharing PIKR ini bisa terus berkelanjutan,maka kru yang ada
akan salimg tergantikan. Dalil bahwa seorang kru perlu konsisten disuatu tempat
untuk memipuk keahlianya secata spesifik menjadi batal. Sebaliknya , setiap kru
menjalani tour of duty sehingga meski tidak terlalu spesifik, pada akhirnya
mereka meomilki kemampuan disemua lini. Dengan demikian, bila sewaktu-wwktu ada
kru yang berhalangan menjalankan fungsinya, segera bisa digantikan.
Selain itu, roda kepemimpinan akan berjalan dinamis. Tidak akan ada
alasan seoramg kru tidak boleh memimpin karena dipandang belum cukup senior.
Sebaliknya, kemampuan dan kerja keras yang telah dibuktikannya akan menjadi
tiket pantas tidaknya seorang kru duduk pada posisi pimpinan.
Dengan dasar seperti ini, tidak ada seorang pun kru yang tidak bisa
digantikan
Semua bergerak maju. Fungsi-fungsi yang tidak berjalan karena ditinggalkan
kru akan otomatis diisi oleh kru lain yang kompeten. Ibarat peribahasa, patah
tumbuh hilang berganti. Organisasi tidak bergantung pada satu-dua orang kru,
tapi meratakan fungsi itu sehingga secara regeneratif bisa diwariskan kepada
generasi berikutnya.
2.6 Produk dan Jasa Bank Syariah
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
||||||
Bagi Hasil (
Profit – Sharing )
Al Musyarakah
Al Musyarakah
adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tetentu
dimana masing – masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan
bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.[8]
Al Mudharabah
Al Mudharabah
adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama menyediakan
seluruh modal,sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola.
Al Muzara’ah
Al Muzara’ah
adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan
penggarapa,dimana pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada si penggarap
untuk ditanami dan dipelihara dengan imbalan bagian tertentu daru hasil panen.[9]
Al Musaqah
Al Musaqah
adalah bentuk yang lebih sederhana dari muzara’ah dimana si penggarap hanya
bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan sebagai imbalan,si penggarap
berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen.[10]
Jual Beli ( Sale
and Purchase )
Bai al Murabahah
Bai al murbahah
adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang
disepakati.
Bai as Salam
Bai as salam
adalah pembelian barang yang diserahkan dikemudian hari sedangkan pembayaran
dilakukan dimuka.
Bai al Istishna
Merupakan
kontrak penualan antara pembeli dan pembuat barang.[11]
Sewa ( Operating
Lease and Financial Lease )
Al Ijarah
Al Ijarah adalah
akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa,melalui pembayaran upah
sewa,tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.
AL Ijarah AL
Muntahia bit Tamlik
Adalah sejenis
perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad sewa yang
diakhiri perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad
sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang di tangan si penyewa.[12]
Jasa ( Fee Based
Service )
AL Wakalah
Al wakalah
adalah pelimpahan kekuasaaan oleh seseorang kepada yang lain dalam hal – hal
yang diwakilkan.
AL Kafalah
Al kafalah
merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk
memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.
AL Hawalah
Al hawalah
adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib
menanggungnya.
AR Rahn
Ar rahn adalah
menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang
diterimanya.
AL Qardh
Al Qardh adalah
pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau
dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.[13]
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
MIKR adalah akronim dari Militan,Intelek,Kompetitif,dan
Regeneratif.Komunitas MIKR ditandai oleh semangat militansi yang luar
biasa.militansi tanpa didukung oleh startegi ( intelektual) adalah
konyol.militansi yang bersinergi dengan intelektual menghasilkan komunitas
dengan daya juang tinggi (kompetitif).bila ia peleton pasukan,ia bisa
mengalahkan dan menguasai musuhnya.bila organisasi bisnis,ia bisa mengalahkan
pesaingnya.
“militan berarti orang yang memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan
apa yang diyakininya.daya juang yang tinggi itu tercermin dari kesiapan mereka
untuk mengorbankan apa yang dimiliki harta dan jiwa untuk keridhaan allah
Sifat kedua MIKR adalah Intelek. Secara harfiah intelek (intellect)
berarti orang yang pandai. Kata benda lain dari intelek adalah intelektual
(intellectual) yang berarti cendekiawan atau cerdik pandai.
Sebuah organisasi bisnis akan diperhitungkan oleh para pesaingnya jika ia
memiliki keunggulan. Ada dua keunggulan utama: keunggulan kompetitif
(competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage).
Menurut Vadim Kotelnikov, daya
kompetitif yang berkesinambungan sebetulnya dapat diciptakan dengan terus
membangun produk atau jasa dengan menggunakan sumber daya (resources) dan
kemampuan (capabilities) baru sebagai respons terhadap dinamika pasar.
Secara umum produk dan jasa perbankan syariah terbagi menjadi 4 kategori
yaitu,bagi hasil,jual beli,sewa dan jasa.bagi hasil terdiri dari :
musyarakah,mudharabah,
muzara’ah,dan musaqah.jual beli terdiri dari : murabahah,as
salam,istishna.sewa terdiri dari : al ijarah,al ijarah al muntahia bit
tamlik.jasa tediri dari : al wakalah,al kafalah,al hawalah,ar rahn,al qardh.
DAFTAR PUSTAKA
,M Syafi’I
Antonio,.Bank Syariah dari Teori ke
Praktik,(Jakarta : Gema Insani) 2001
,Katsir,Ibnu
Katsir,Kemudahan dari Allah,(Jakarta
: Gema Insani) 1999.
Amin, Riawan, The
Celestial Management, Penerbit Senayan Abadi Publishing, cetakan pertama,
Jakarta 2004
[1]
Amin, Riawan, The Celestial Management,( Jakarta : Senayan Abadi
Publishing), cetakan pertama, 2004.hal 209.
[2]
Ibnu Katsir,Kemudahan dari Allah,(Jakarta
: Gema Insani) 1999.hal 609 Jilid 2.
[3]
Ibid 212
[4]
Ibnu Katsir,Kemudahan dari Allah,(Jakarta
: Gema Insani) 1999.hal 1037 Jilid 4.
[5]
Ibnu Katsir,Kemudahan dari Allah,(Jakarta
: Gema Insani) 1999.hal 631 Jilid 4
[6]
Ibnu Katsir,Kemudahan dari Allah,(Jakarta
: Gema Insani) 1999.hal 437 Jilid 4.
[7]
Ibnu Katsir,Kemudahan dari Allah,(Jakarta
: Gema Insani) 1999.hal 656 Jilid 1.
[8]
Dr.M Syafi’I Antonio,M.Ec.Bank Syariah
dari Teori ke Praktik,(Jakarta : Gema Insani) 2001.hal 90.
[9]
Op.Cit.Dr.M Syafi’I Antonio.hal 99
[10]
Op.Cit.Dr.M Syafi’I Antonio.hal 100.
[11]
Op.Cit.Dr.M Syafi’I Antonio.hal 115.
[12]
Op.Cit.Dr.M Syafi’I Antonio.hal 118.
[13]
Op.Cit.Dr.M Syafi’I Antonio.hal 131.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar